Akuntansi Komparatif

MAKALAH

AKUNTANSI KOMPARATIF

 index

Riana Hapsari

27213569

4EB28

 

TUGAS MAKALAH

AKUNTANSI INTERNASIONAL

 


 

 PENDAHULUAN 

  • Latar Belakang

Akuntansi merupakan bahasa bisnis yang dapat merepresentasikan keadaan keuangan suatu entitas. Bahasa tersebut sangat penting bagi pelaku bisnis dan dunia usaha. Namun, standar dan metode akuntansi yang berbeda di setiap negara akan menimbulkan perbedaan penafsiran. Dalam kegiatan bisnis khusus telah mendukung keinginan untuk mengharmonisasikan standar akuntansi diantara berbagai negara tersebut. Harmonisasi menunjukkan derajad koordinasi atau kesamaan diantara berbagai set variasi standar akuntansi nasional dan metode serta format pelaporan. Beberapa negara berkiblat dari negara tertentu yaitu negara yang memang telah memiliki kematangan dalam bidang akuntansi dan aktif dalam organisasi akuntansi internasional. Ketiga Negara diantaranya adalah Amerika Serikat, Belanda dan Jepang. Ketiga negara tersebut juga termasuk negara maju yang telah memiliki tingkat perekonomian yang tinggi.

  • Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka akan dibahas

  1. Bagaimana sistem akuntansi yang berlaku di Negara Amerika Serikat, Belanda dan Jepang?
  2. Apakah persamaan & perbedaan dari standar & praktik akuntansi di ketiga negara tersebut?

 


TINJAUAN PUSTAKA

  •  Pengertian Akuntansi Komparatif

Akuntansi komparatif adalah akuntansi untuk transaksi internasional, perbandingan prinsip akuntansi antar Negara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi dalam bidang kewenangan pajak, auditing dan bidang akuntansi lainnya.

Akuntansi komparatif adalah akuntansi untuk transaksi internasional, perbandingan prinsip akuntansi antar negara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi dalam bidang kewenangan pajak, Bidang akuntansi lainnya. Pengertian lain Akuntansi Internasional menurut Iqbal, Melcher dan Elmallah (1997 : 18) mendefinisikan akuntansi internasional sebagai akuntansi untuk transaksi antar negara, pembandingan prinsip-prinsip akuntansi di negara-negara yang berlainan dan harmonisasi standar akuntansi di seluruh dunia.

Akuntansi internasional menjadi semakin penting dengan banyaknya perusahaan multinasional (multinational corporation) atau MNC yang beroperasi di berbagai negara dibidang produksi, pengembangan produk, pemasaran dan distribusi. Di samping itu pasar modal juga tumbuh pesat yang ditunjang dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi sehingga memungkinkan transaksi di pasar modal internasional berlangsung secara real time basis.

  •  Standar Akuntansi dan Penentuan Standar 

Standar akuntansi adalah regulasi atau aturan (termasuk pula hukum dan anggaran dasar) yang mengatur penyusunan laporan keuangan. Penetapan standar adalah proses perumusan atau formulasi standar akuntansi. Standar merupakan hasil dari penetapan standar. Namun, praktek sebenarnya berbeda dari yang ditentukan standar. Hal itu disebabkan 4 hal:

  1. Di kebanyakan negara hukuman atas ketidakpatuhan dengan ketentuan akuntansi resmi cenderung lemah dan tidak efektif;
  2. Secara sukarela perusahaan boleh melaporkan infomasi lebih banyak daripada yang diharuskan;
  3. Beberapa Negara memperbolehkan perusahaan untuk mengabaikan standar akuntansi jika dengan melakukannya operasi dan posisi keuangan perusahaan akan tersajikan secara lebih baik hasil; dan
  4. Di beberapa Negara standar hanya berlaku untuk laporan keuangan perusahaan secara tersendiri, dan bukan untuk laporan konsolidasi.

Menurut Twedie, standar akuntansi dihasilkan dari lima interaksi, yaitu:

  1. peristiwa ekonomi,
  2. kepentingan pribadi,
  3. penyebaran ide-ide,
  4. perjalanan sejarah ,
  5. pengaruh internasional.

Sedangkan menurut Nobes dan Parker mengatakan faktor  budaya, sosial dan politik merupakan faktor dominan yang mempengaruhi regulasi akuntansi di berbagai negara. Dengan demikian jelas bahwa penentuan standar akuntansi tidak hanya menyangkut masalah teknis.

Standar akuntansi adalah regulasi atau aturan (termasuk pula hukum dan anggaran dasar) yang mengatur penyusunan laporan keuangan. Penetapan standar adalah proses perumusan atau formulasi standar akuntansi. Dengan demikian standar akuntansi merupakan hasil dari penetapan standar. Namun praktik sebenarnya mungkin berbeda dari yang ditentukan oleh standar. Terdapat empat alasan untuk menjelaskan hal ini.

  1. Di kebanyakan negara hukum atas ketidakpatuhan dengan ketentuan akuntansi resmi cenderung lemah dan tidak efektif.
  2. Secara sukarela perusahaan boleh melaporkan informasi lebih banyak daripada yang diharuskan.
  3. Beberapa negara memperbolehkan perusahaan untuk mengabaikan standar akuntansi jika dengan melakukannya operasi dan posisi keuangan perusahaan akan tersajikan secara lebih baik.
  4. Dibeberapa negara standar akuntansi hanya berlaku untuk laporan keuangan perusahaan secara tersendiri, dan bukan untuk laporan konsolidasi.

Auditing berhubungan paralel dengan jenis sistem hukum dan peranan serta tujuan pelaporan keuangan. Profesi auditing cenderung untuk dapat mengatur sendiri di negara-negara yang menganut penyajian wajar. Auditor juga lebih dapat melakukan pertimbangan apabila tujuan audit adalah untuk melakukan atestasi terhadap penyajian wajar laporan keuangan. Di negara tersebut tujuan utama audit adalah untuk memastikan bahwa catatan dan laporan keuangan perusahaan sesuai dengan ketentuan hukum. Tren pelaporan keuangan saat ini mengarah pada penyajian wajar, setidaknya untuk laporan keuangan konsolidasi.

  • Pembuatan Standar Akuntansi

Sebuah pembuatan standar akuntansi setiap tahun akan berubah sesuai dengan siapa-siapa saja yang ikut membuat kebijakan, sehingga kebijakan tersebut setiap tahunnya akan berubah sesuai dengan keadaan kondisi ekonomi yang ada. Setiap perusahaan pasti memiliki kekurangan dan sengan kekurangan tersebut membuat perusahaan membuat jalan pintas untuk bagaimana menyelamatkan perusahaannya dari kegagalan. Misalnya dengan cara menggunakan lobi-lobi tertentu kepada pihak-pihak yang berkepentingan agar tujuan perusahaan dapat sama dengan standar akuntansi yang dibuat.

Pembuatan standar akuntansi tidaklah lepas dari faktor-faktor ekonomi, politik,hukum, dan lingkungan sosial di dalamnya. Transaksi-transaksi akuntansi banyak terjadi didunia usaha. Semakin banyak transaksi akuntansi yang terjadi maka membutuhkan standaryang dapat mengatur proses akuntansi tersebut. Selain itu pembuatan standar tidak lepas darihukum yang berlaku di negara tersebut. Contohnya seperti standar akuntansi dengan undang-undang perpajakan karena di dunia ini tidak ada yang tidak kena pajak. Menurut Aris dalam jurnalnya menuliskan,“dalam pembuatan standar akuntansi keuangan dipengaruhilingkungan sosial. Menurut Colditz dan Gibbins (1972), lingkungan sosial akuntansi meliputi:

1) Dunia usaha,

2) Sistem hukum (legal system),

3) Adat istiadat masyarakat yang berlaku

4) Kode etik profesi untuk pengaturan diri sendiri

5) Sikap lembaga-lembaga luar seperti pemerintah, perbankan, dan lain-lain


PEMBAHASAN

  1. AMERIKA SERIKAT

Akuntansi di Amerika Serikat diatur badan sektor khusus Dewan Standar Akuntansi Keuangan (Financial Accounting Standard Board – FASB), akan tetapi yang menjadi penyokong kewenangan terhadap standardisasi mereka adalah agensi kepemerintahan Komisi Keamanan dan Kurs (Securities and Exchange Commision – SEC).

Standar Akuntansi secara historis telah ditetapkan oleh American Institute of Certified Akuntan Publik (AICPA) tunduk pada Securities and Exchange Commission peraturan. The AICPA pertama kali membuat Komite Prosedur Akuntansi pada tahun 1939, dan diganti bahwa dengan Prinsip Akuntansi Dewan pada tahun 1951 . Pada tahun 1973, Dewan Prinsip Akuntansi digantikan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (FASB) di bawah pengawasan Yayasan Akuntansi Keuangan dengan Standar Akuntansi Keuangan Dewan Pertimbangan melayani untuk menasihati dan memberikan masukan pada standar akuntansi.

Organisasi-organisasi lain yang terlibat dalam menentukan standar akuntansi Amerika Serikat meliputi Dewan Standar Akuntansi Pemerintahan (GaSb), terbentuk pada tahun 1984, dan Perusahaan Publik Akuntansi Dewan Pengawas (PCAOB). Sebagai internasional dan US GAAP standar telah berkumpul, maka Dewan Standar Akuntansi Internasional yang memproduksi Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) telah menjadi penting.

  • Regulasi dan pelaksanaan akuntansi

Sistem yang dianut Amerika Serikat tidak memiliki persyaratan legal untuk publikasi mengenai laporan audit periodic keuangan. Perusahaan di Amerika Serikat dibentuk di bawah hokum Negara, bukan hokum federal. Setiap Negara bagian memiliki peraturan dasar perusahaan tersendiri secara umum, peraturan tersebut mengandung persyaratan minimal untuk menjaga catatan akuntansi serta publikasi periodic laporan keuangan. SEC memiliki yurisdiksi terhadap perusahaan-perusahaan yang terdaftar di pertukaran stok AS serta perusahaan yang berdagang over-the-counter? Perusahaan yang memiliki keuangan terbatas tidak memiliki kewajiban persyaratan untuk laporan keuangan, yang membuat Amerika Serikat terlihat ganjil dalam norma internasional.

SEC memiliki kewenangan penuh untuk menjelaskan standar akuntansi dan laporan kepada perusahaan public akan tetapi bergantung pada sektor swasta dalam penerapan standardisasi tersebut. Oleh karena itu, SEC merupakan agensi regulator yang independen, kongres serta presiden tidak memiliki pengaruh secara langsung terhadap kebijakan yang mereka buat.

FASB dibentuk pada tahun 1973 dan pada Desember 2006 telah mengeluarkan Laporan Standar Akuntansi Keuangan 158 (158 Statement of Financial Accounting Standard – SAFSs). Tujuan SFASs adalah untuk menyediakan informasi yang berguna untuk para investor baik yang telah maupun yang berpotensi menjadi investor, kreditor, dan lainnya yang memutuskan untuk mengambil kredit, investasi, dan sebagainya. FASB menjalani proses prosedur yang panjang sebelum mengeluarkan SFAS.

  • Laporan Keuangan

Tipe laporan keuangan tahunan pada perusahaan besar di AS memiliki beberapa komponan di bawah ini:

  1. Laporan manajamen
  2. Laporan audit independen
  3. Laporan keuangan primer (laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, laba rugi komprehensif, perubahan ekuitas pemegang saham).
  4. Diskusi manajemen dan analisis hasil operasional dan kondisi keuangan.
  5. Penjelasan mengenai kebijakan akuntansi dengan dampak yang paling kritis pada laporan keuangan.
  6. Catatan atas laporan
  7. Perbandingan data keuangan selama lima atau sepuluh tahun.
  8. Data triwulan terpilih.

Penggabungan Laporan Keuangan juga dibutuhkan, dan laporan keuangan AS yang dipublikasikan biasanya tidak berisi laporan parent-company-only (induk perusahaan saja). Peraturan penggabungan tersebut membutuhkan penggabungan seluruh anak perusahaan yang telah tekontrol (sebagai contoh, kepemilikan bagian saham lebih dari 50%), termasuk yang beroperasional non-homogenik. Laporan triwulan dibutuhkan untuk perusahaan yang terdaftar pada bursa saham utama. Laporan semacam ini biasanya hanya berisi laporan singkat saja, laporan keuangan yang belum diaudit serta ringkasan laporan manajemen.

  • Pengukuran Akuntansi

Peraturan patokan akuntansi di Amerika Serikat berasumsi bahwa kesatuan bisnis akan terus berlangsung jika terus diperhatikan. Dasar perhitungan akrual cukup meresap, serta peraturan transaksi dan pengenalan event sangat bergantung pada konsep yang cocok. Sebuah konsistensi membutuhkan pemaksaan pada keberagaman perlakuan akuntansi terhadap pokok tertentu pada tiap periode akuntansi dari satu periode ke periode selanjutnya. Jika terdapat perubahan pada praktik atau proses, maka perubahan dan pengaruhnya harus diungkapkan. Dasar pengukuran akuntansi dengan dasar akrual, sehingga sangat terikat oleh konsep matching. Goodwill dikapitalisasi, tidak ada amortisasi tetapi dengan impairment. Untuk asset berwujud dan tidak berwujud menggunakan   historical cost, dan revaluasi diperbolehkan. Penilaian persediaan dengan metode LIFO, FIFO dan average. Penilaian pajak dengan metode LIFO. Teknik perataan laba dilarang.

         2.  BELANDA

Akuntansi di Belanda memiliki beberapa paradoks yang menarik. Belanda memiliki ketentuan akuntansi dan pelaporan keuangan yang relatif permisif, tetapi standar praktik profesiona yang sangat tinggi. Belanda merupakan negara hukum kode, namun akuntansinya berorientasi pada penyajian wajar. Pelaporan keuangan dan akuntansi pajak merupakan dua aktivitas terpisah. Akuntansi Belanda bersedia untuk mempertimbangkan ide-ide dari luar. Belanda merupakan salah satu pendukung pertama atas standar internasional untuk akuntansi dan pelaporan keuangan, dan pernyataan IASB menerima perhatian besar dalam menentukan praktik yang dapat diterima.

  • Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi

Regulasi di Belanda tetap liberal sehingga tahun 1970 ketika Undang-undang Laporan Keuangan Tahunan diberlakukan, Undang-undang tahun 1970 memperkenalkan audit wajib. Undang-undang tersebut juga mendorong pembentukan kelompok Studi Akuntansi Tiga Pihak (Tripaartif) (yang digantikan oleh Dewan Pelaporan Tahunan pada Tahun 1981) Dewan pelaporan Tahunan mengeluarkan tuntunan terhadap prinsip akuntansi yang dapat diterima (bukan diterima) secara umum, Dewan tersebut memiliki anggota berasal dari tiga kelompok yang berbeda :

  1. Penyusunan laporan keuangan (perusahaan)
  2. Pengguna laporan keuangan (perwakilan serikat buruh dan analis keuangan)
  3. Auditor laporan keuangan (Institut Akuntansi Terdaftar Belanda atau NivRA)
  • Laporan Keuangan

Kualitas pelaporan keuangan Belanda sangat seragam, laporan keuangan wajib harus disusun dalam bahasa Belanda, namun dalam bahasa Inggris, Perancis, dan Jerman dapat diterima. Laporan Keuangan harus memuat hal-hal berikut :

  1. Neraca
  2. Laporan Laba Rugi
  3. Catatan-catatan
  4. Laporan Direksi
  5. Informasi lain yang direkomendasikan
  • Pengukuran Akuntansi

Metode yang digunakan adalah metode pembelian, goodwill merupakan perbedaan antara biaya akusisi dengan nilai wajar aktiva dan kewajiban yang dibeli. Fleksibilitas Belanda dalam pengukuran akuntansi dapat terlihat dengan diperbolehkannya penggunaan nilai kini untuk aktiva berwujud seperti persediaan dan aktiva yang disusutkan. Karena perusahaan – perusahaan Belanda Memiliki Flesibilitas dalam menerapkan aturan pengukuran, dapat diduga bahwa terdapat kesempatan untuk melakukan perataan laba. Pos –pos tertentu dapat mengabaikan laporan laba rugi dan langsung disesuaikan terhadap cadangan dalam ekuitas pemegang saham. Hal ini antara lain :

  1. Kerugian akibat bencana yang tidak mungkin atau tidak umum untuk diasuransikan
  2. Kerugian akibat nasionalisasi atau sejenis penyitaan lainnya
  3. Onsekuensi akibat restrukturisasi keuangan

 

      3.   JEPANG

Pembukuan dan laporan keuangan Jepang menggambarkan adanya percampuran dari pengaruh domestic dan internasional. Dua agensi pemerintahan yang terpisah memiliki tanggung jawab regulasi akuntansi dan terdapat pengaruh yang lebih jauh lagi dari undang-undang pajak penghasilam perusahaan Jepang.

Akuntansi dan pelaporan keuangan di Jepang mencerminkan gabungan berbagai pengaruh domestic dan internasional. Dua badan pemerintah yang terpisah bertanggung jawab atas regulasi akuntansi dan hokum pajak penghasilan perusahaan di Jepang memiliki pengaruh lebih lanjut juga. Pada paruh pertama abad ke- 20, pemikiran akuntansi mencerminkan pengaruh Jerman; pada paruh kedua, ide- ide dari AS yang berpengaruh. Akhir- akhir ini, pengaruh Badan Standart Akuntansi Internasional mulai dirasakan dan pada tahun 2001 perubahan besar terjadi dengan pembentukan organisasi sector swasta sebagai pembuat standar. Akuntansi.
Perusahaan – perusahaan Jepang saling memiliki ekuitas saham satu sama lain, dan sering kali bersama- sama memiliki perusahaan lain. Investasi yang saling bertautan ini menghasilkan konglomerasi industri yang meraksasa yang disebut sebagai keiretsu.

Modal usaha keiretsu ini sedang dalam perubahan seiring dengan reformasi structural yang dilakukan Jepang untuk mengatasi stagnasi ekonomi yang berawal pada tahun 1990- an. Krisis keuangan yang mengikuti pecahnya ekonomi gelembung Jepang juga mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh atas pelaporan keuangan Jepang. Jelas terlihat bahwa banyak praktik akuntansi menyembunyikan betapa buruknya perusahaan jepang. Suatu perubahan besar dalam akuntansi diumumkan pada akhir tahun 1990- an untuk membuat kesehatan ekonomi perusahaan- perusahaan Jepang menjadi semakin transparan dan membawa Jepang lebih dekat dengan standar internasional.

  • Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi

Pemerintah nasional memiliki pengaruh yang signifikan terhadap akuntansi Jepang. Regulasi akuntansi berdasarkan pada tiga badan hukum: undang-undang perusahaan (companuy low), undang-undang pertukaran dan sekuritas (securities and exchange law), dan undang-undang pajak penghasilan perusahaan (corporate income tax law). Ketiga badan hukum tersebut saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain yang disebut sebagai “sistem legal triangular. Undang-undang perusahaan diatur oleh Ministry of Justice (MOJ). Hukum tersebut merupakan inti dari regulasi akuntansi di Jepang dan yang paling memiliki pengaruh besar. Semua perusahaan yang didirikan berdasarkan undang-undang perusahaan diwajibkan untuk memenuhi ketentuan akuntansi.

Berdasarkan Undang-undang perusahaan, laporan keuangan serta jadwal yang mendukungpada perusahaan kecil dan menengah merupakan subjek untuk audit hanya oleh auditor yang berwenang,aik auditor berwenang atau independen, keduanya harus mengaudit laporan keuangan yang dipublikasikan oleh perusahaan sesuai dengan undang-undang pertukaran dan sekuritas. Auditor yang berwenang tidak memerlukan kualifikasi profesional dan ditugasi oleh perusahaan secara penuh. Auditor berwenang biasanya fokus pada manajerial direktur dan baik bekerja sesuai dengan kewenangannya atau tidak. Auditor independen melibatkan pemeriksaanterhadap laporan dan catatan keuangan, serta harus dilakukan oleh akuntan publik bersertifikasi (certified public accountans – CPAs).

  • Laporan Keuangan

Perusahaan yang bergabung dibawah undang-undang perusahaan dibutuhkan untuk mempersiapkan laporan yang berwenang untuk disetujui pada saat rapat pemegang saham, yang isinya antara lain :

  1. Neraca
  2. Laporan Laba Rugi
  3. Laporan atas perubahan ekuitas pemegang saham
  4. Laporan bisnis
  5. Jadwal terkait
  • Pengukuran Akuntansi

Metode pooling of interest (penyatuan saham) untuk bisnis gabungan digunakan pada situasi tertentu saja di mana tidak ada perusahaan yang mengontrol perusahaan lainnya. Sebaliknya, bisnis gabungan dihitung karena pembelian. Goodwill dihitung dengan dasar harga pasar aset bersih yang didapatkan dan diamortisasi lebih dari 20 tahun atau kurang serta subjek terhadap tes penurunan nilai. Metode ekuitas digunkan untuk investasi dalam perusahaan afiliasi ketika perusahaan induk memberikan pengaruh signifikan daripada kebijakan operasional dan finansial. Metode ekuitas juga digunkan untuk menghitung proyek gabungan, gabungan yang profesional tidak diperbolehkan. Dibawah standar stimulasi mata uang, aset dan kewajiban dari anak perusahaan asing dihitung dengan tingkat kurs saat itu (akhir tahun), pendapatan dan beban dalam rata-rata, serta penyesuaian pertukaran mata uang asing berada dalam ekuitas pemegang saham.

Persediaan yang harus dihitung apakah cocok dengan biaya atau lebih rendah atau nilai keuntungan bersih. FIFO, LIFO, serta metode biaya rata-rata semuanya menerima metode cost flow (arus biaya), dengan rata-rata yang paling populer. Investasi dalam saham dinilai pada harga pasar. Aset tetap dinilai pada biaya dan didepresiasi yang berkenaan dengan hukum perpajakan. Metode declining balance (saldo menurun) merupakan metode depresiasi paling umum. Aset bersih juga diuji dengan penurunan nilai.

Kontrak sewa yang memindahkan kepemilikan terhadap penyewa dikapitalisasi. Sewa menyewa keuangan lainnya mungkin kapitalisasi atau dianggap sebagai kontrak operasional. Pajak tangguhan dipersiapan untuk perubahan sepanjang waktu dengan menggunkan metode kewajiban. Kerugian bersyarat dipersiapkan hingga terbuka kemungkinan dan dapat diperkirakan. Dibutuhkan cadangan: setiap tahun perusahaan harus mengalokasikan dejumlah minimal 10 persen kas dividen dan bonus yang dibayarkan pada direktur dan auditor berwang hingga cadangan mencapi 25 persen dari saham.

 

Ringkasan Standar & Praktik Akuntansi (Amerika Serikat, Perancis, Jepang)

Amerika Serikat Belanda Jepang Negara yang Standar Akutansinya telah mengacu pada IFRS
1.    Penggabungan usaha Pembelian Pembelian Keduanya Semuanya
2.    Goodwill Kapitalisasi dan uji penurunan nilai (impairment) Kapitalisasi dan Amortisasi Kapitalisasi, Amortisasi dan uji penurunan nilai (impairment) Amerika Serikat
3.    Pencatatan Investasi Metode ekuitas Metode ekuitas Metode ekuitas Semuanya
4.    Penilaian asset Biaya historis Biaya historis dan nilai wajar Harga pokok Amerika Serikat & Belanda
5.     Biaya depresiasi Berbasis ekonomi Berbasis ekonomi Berbasis pajak Amerika Serikat dan Belanda
6.    Penilaian persediaan LIFO Boleh Boleh Boleh Tidak ada
7.    Kemungkinan rugi Diakui (accrued) Diakui (accrued) Diakui (accrued) Semuanya
8.     Sewa pembiayaan Dikapitalisasi Dikapitalisasi Dikapitalisasi Semuanya
9.     Pajak tangguhan Diakui (accrued) Diakui (accrued) Diakui (accrued) Semuanya
10. Cadangan untuk memuluskan pendapatan Tidak Ada Tidak Amerika Serikat dan Jepang

 


 

KESIMPULAN

Jika dilihat dari pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa standar akuntansi ketiga negara tersebut telah memiliki cukup banyak persamaan. Seperti diantaranya sama-sama memuat neraca dan laporan laba rugi dalam laporan keuangan. Standar akuntansi tidak lepas dari kerangka konseptual. Sebelum pembuatan standar akuntansi, dibuatlah telebih dahulu kerangka konseptual yang dimana kerangka tersebut menjadi dasar atau pedoman pembutan standar akuntansi. Dari segi pengukuran akuntansi, ketiga negara tersebut sudah banyak mengacu pada IFRS seperti pada metode penggabungan usaha, metode pencatatan investasi, akuntansi untuk kemungkinan rugi, sewa pembiayaan (leases keuangan) dan pajak yang ditangguhkan. Namun, dari ketiga negara tersebut, Amerika Serikat merupakan negara yang standar akuntansinya telah banyak mengacu pada IFRS. Salah satu yang masih menyimpang dari IFRS adalah penilaian persediaan yang dimana Amerika Serikat masih memperbolehkan menggunakan metode LIFO yang menurut IFRS telah dilarang karena metode tersebut mengurangi kualitas laporan posisi keuangan akibat tidak merefleksikan kos inventori terkini.  Walaupun dimasing-masing kerangka konseptual baik itu FASB atau IASB menempatkan objective by financial reporting(tujuan pelaporan) pada hierarki teratas, tetapi pada praktiknya banyak hal-hal yang mempengaruhi pembuatan standar akuntansi. Kondisi ekonomi, hukum, politik dan lingkungan sosial di negara tersebutlah menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi pembuatan standar akuntansi. Setiap negara mempunyai kondisi yang berbeda-beda sehingga tidak memungkinkan untuk menggunakan standar akuntansi yang sama.

 

Daftar Pustaka :

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s